Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menangkap HF, mahasiswa tingkat akhir Institut Pertanian Bogor (IPB) karena menjadi admin atau pengelola situs prostitusi online. Mahasiswa jurusan Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini sudah menjalankan bisnis prostitusi itu selama 6 bulan.
Wakil Rektor IPB, Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Yoni Koesmaryono menyatakan pihak kampus bakal memberikan sanksi kepada HF apabila terbukti menjadi tersangka. Kini, IPB masih menunggu perkembangan kasus tersebut.
HF dibekuk di sebuah hotel di kota Bogor, Jawa Barat, setelah dijebak polisi yang berpura-pura memesan wanita bayaran dalam situs miliknya, Jumat 8 Februari 2013 malam.
Selain HF, polisi juga mengamankan 3 wanita bayaran. Namun ketiganya telah dikembalikan kepada orangtuanya. Ironisnya, wanita-wanita bayaran yang fotonya ditampilkan dalam situs tersangka itu rata-rata masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMA.
HF berkilah baru 2 bulan menjalankan bisnis prostusi online dengan wanita-wanita bayaran yang ditawarkan dan mengenalnya dari seorang temannya. Tersangka mengaku menguasai teknologi informasi belajar sendiri. Keuntungan dari bisnis prostitusi online itu untuk membiaya kebutuhan hidup karena tinggal kos di Bogor.
Tarif wanita bayaran yang ditawarkan dibanderol Rp 1 juta - Rp 1,5 juta. Tapi ada uang tambahan atau tips Rp 500 ribu untuk si wanita setelah selesai melayani konsumennya. Kasus prostitusi online ini tidak memiliki keterkaitan dengan tersangka di kota Bandung. Untuk kasus di Bandung, calon konsumen harus mendaftar menjadi anggota atau member agar bisa berkomunikasi sekaligus melakukan transaksi.
Polisi menyita barang bukti sebuah laptop dan telepon genggam yang digunakan tersangka menjalankan bisnis prostitusi online. Polisi akan menjerat tersangka dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE, Undang-Undang Perlindungan Anak, serta perdagangan wanita atau mucikari. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun kurungan penjara.
Pelaku menggunakan alamat situsnya: www.bogorcantik.blogspot.com. Tersangka menawarkan wanita-wanita bayaran dengan menampilkan foto-fotonya. Rata-rata wanita yang dipasang fotonya itu masih di bawah umur dan berusia sekitar 16 hingga 18 tahun. Konsumen harus masuk ke ruang percakapan khusus dan selanjunya melakukan transaksi melalui telepon yang diberikan setelah ada kesepakatan.
Sumber: liputan6.com
MENU UTAMA
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Asosiasi Maskapai Penerbangan Internasional (IATA) menolak program Uni Eropa, yang bakal memaksa industri bergabung dalam program perdagan...
-
Laporan mengenai kisah tukang sampah Jakarta yang disebut sebagai kota dengan pertumbuhan kota yang cukup pesat di dunia ditayangkan stas...
-
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Andhi Nirwanto mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan kepada sejumlah pejabat PT Merpati Nusantara Ai...
-
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta tidak diam saja melihat maskapai penerbangan yang kerap ngaret dari jadwal t...
-
Kalau kalian pernah melihat penggaris yang dipakai di sekolah dasar dan menengah, kemungkinan besar penggaris itu panjangnya 30 cm. Tigapulu...
-
Obesitas kini sudah menjadi permasalahan global. Berbagai riset menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dan peningkatan risiko penyak...
-
Chen Wei kemarin (17/7) mengemudi pesawatnya N168CW lepas landas dari bandara internasional Taiping, kota Harbin, provinsi Heilongjiang, T...
-
Selain artis Korea Selatan, sejumlah aktris Jepang juga terkenal karena kecantikanya. Dengan memiliki kulit yang halu...
-
Membicarakan soal game mungkin tidak akan ada habis-habisnya, dari kalangan ...
-
Apakah kamu sering mendownload berbagai file PDF dari internet dan kemudian ingin mengeditnya kembali? Untuk bisa melakukan pekerjaan te...



