Sejumlah laporan tentang penumpang pesawat yang bertindak mencurigakan pada dua penerbangan telah mendorong pihak berwenang AS, Minggu (11/9/2011), mengerahkan jet-jet tempur, tepat pada peringatan 10 tahun serangan teroris 11 September 2001 atau yang sering disebut 9/11.
Namun apa yang terjadi pada penerbangan itu, kata seorang penegak hukum federal, tidak berhubungan dengan terorisme.
Insiden pertama melibatkan pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 34 yang terbang dari Los Angeles International Airport menuju John F Kennedy (JFK) International Airport di New York. Badan Keamanan Transportasi (TSA) diberitahu tentang sejumlah penumpang yang diduga berperilaku aneh dalam penerbangan itu, kata juru bicara TSA Greg Soule.
Sebagai langkah berjaga-jaga, pihak berwenang lalu mengirim dua jet tempur F-16 untuk mengawal pesawat itu hingga mendarat dengan selamat di Bandara JFK pada sekitar pukul 16.10 waktu setempat, kata Soule. Ia menambahkan, petugas penegak hukum akan mewawancarai para penumpang. Sementara J Peter Donald dari FBI New York mengatakan, insiden itu melibatkan tiga orang penumpang.
Juru bicara American Airlines, Tim Smith, mengatakan kepada CNN bahwa seorang penumpang telah memberitahu awak tentang masalah keamanan yang dirasakan. Kapten kemudian menyelidiki dan memilih untuk tidak memberitahukan adanya ancaman keamanan dan tidak ada orang di pesawat yang meminta bantuan militer atau penegak hukum, kata Smith.
Insiden kedua melibatkan pesawat Frontier Airlines dengan nomor penerbangan 623 yang terbang dari Bandara Internasional Denver menuju Detroit Metropolitan Wayne County Airport. Awak kabin memperhatikan dua orang yang bertindak mencurigakan. Satu orang menghabiskan waktu sekitar 20 menit di kamar kecil di bagian belakang pesawat, sementara yang seorang lagi menunggu di dapur di depan kamar kecil, juga selama 20 menit, sebelum menggunakan kamar kecil itu, kata juru bicara Frontier, Peter Kowalchuk.
"Para kru tidak merasa terancam," kata Kowalchuk, tapi "mengawasi" kedua laki-laki itu.
Juru bicara TSA, Kristin Lee, mengatakan, badan itu diberitahu pada pukul 15.15. Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) memerintahkan sejumlah pesawat F-16 untuk mengawal penerbangan-penerbangan itu, kata Lee.
Pihak berwenang kemudian mengamankan tiga penumpang, termasuk dua orang yang bertindak mencurigakan, saat pesawat mendarat di Detroit, kata Kowalchuk. Namun Sandra Berchtold dari FBI mengatakan, belum ada penangkapan yang telah dilakukan.
(Kompas)
MENU UTAMA
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak dapat dilihat secara...
-
Jika kamu pengguna iOS device, mungkin kamu merasakan hal yang sama dengan yang PG rasakan: aplikasi Facebook untuk iOS = lemot! Selain ...
-
Permintaan perjalanan bisnis yang meningkat adalah pertanda baik bagi kepercayaan bisnis dan pemulihan dalam perdaganga...
-
AutoTrafik.com merupakan Trafik Exchange Indonesia Terbaru yang diluncurkan Maret 2012. Autotrafik.com adalah web Promosi Tercepat unt...
-
Tiga bandara Internasional di Indonesia mengalami peningkatan penumpang yang cukup luar biasa. Namun sayang, kapasitas...
-
Pemerintah meminta agar manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) untuk ...
-
Penyerang Juventus, Fabio Quagliarella. PALERMO, uventus kembali menggeser posisi AC Milan di puncak klasemen Serie-A setelah berhasil me...
-
Foto: viva Kepada Yth : Ustaz Solmed Ustaz Solmed ya...
-
Agar menjadi pribadi yang baik, adalah benar harus memilih sahabat yang membawa kita ke arah...




