BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA



Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Perusahaan. Tampilkan semua postingan

Misteri Cessna 172



Jatuhnya pesawat Cessna 172 milik PT Nusa Flying International School di Kawah Burung, Gunung Ciremai, Desa Cikaracak, Kec. Argapura, Kab. Majalengka, masih menyimpan misteri.

"Sampai saat ini kami tak habis pikir, kok bisa pesawat jatuh di daerah Majalengka. Padahal berdasarkan hasil kajian ilmiah, sangat kecil kemungkinannya pesawat jatuh di daerah Kawah Burung," ungkap Kepala Tim Search and Rescue (SAR) evakuasi mayat, Yopi Haryadi, Rabu (30/11).

Dijelaskan Yopi, Tim SAR menjalankan tugas dengan berpatokan pada titik koordinat dan Emergency Locator Transmitter (ELT). Saat melakukan pelacakan, Tim SAR dan tim lainnya menemukan koordinat itu di Desa Cihawanjar, Lembang, Kab. Bandung Barat. "Titik koordinatnya 064607 South dan 1073343 East. Sehingga tim lebih berfokus melakukan pencarian di daerah tersebut," katanya.

Pencarian bahkan diperkuat dengan ditemukannya benda putih di lokasi tersebut, sehingga mereka melakukan pencarian lebih mendalam dengan mempergunakan jalur darat dan udara.

"Kalau mau jujur, secara ilmiah, penemuan pesawat di Majalengka itu enggak masuk logika ilmu penerbangan. Tetapi faktanya memang di sini dan inilah yang sedang kami analisis kembali. Jadi analisis tim sebelumnya meleset," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sugiri Sukani, Kabupaten Majalengka, Mayor Psk. Is Budiarto. Ia mengatakan, pihaknya sependapat dengan analisis Tim Basarnas. Tujuan dari semua ini adalah mempermudah proses pencarian.

"Kalau melihat rute penerbangan dari Lanud Halim Perdana Kusumah Jakarta menuju Bandara Penggung Cirebon, rasanya tidak mungkin pesawat jatuh di lokasi saat ini," kata Danlanud saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (30/11).

Biasanya, ketika pesawat hilang kontak maka ia akan fokus pada titik awal koordinat terakhir dan pencarian dilakukan tidak jauh dari radius itu. Alasannya tentu untuk mempermudah proses pencarian dan tidak menghabiskan waktu mencari di tempat lain selain di Majalengka.

Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati mengatakan, analisis jatuhnya pesawat sampai saat ini belum dilakukan dan masih menunggu tim. Sedangkan evakuasi pesawat masih menunggu kabar dari pemiliknya. "Kalau kajian mengenai jatuhnya pesawat belum ada, termasuk kapan pesawat dievakuasi karena belum ada informasi dari pihak sekolah penerbangnya," katanya.


(Gala Media)


SUPPORT BY







 

Penerbangan di Juanda Terancam Kawanan Burung

Gangguan burung semakin memusingkan pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya. Segala cara telah dicoba untuk mengusir burung-burung di sana. Mulai dari cara menembaki, hingga mengusirnya dengan suara predator buatan. Tetapi burung-burung itu tetap mengusik.

Gangguan burung pada pesawat (bird strike) sudah menjadi keprihatinan bagi banyak bandara di dunia. Serangan burung ini bisa mengakibatkan kerusakan pesawat yang tentunya membahayakan penerbangan itu sendiri. Pendaratan darurat pesawat di Sungai Hudson, New York Januari 2011 yang fenomenal itu juga akibat serangan burung.

Serangan burung ini merupakan satu dari sekian gangguan (hazard) penerbangan di Juanda. Gangguan lain adalah frekuensi radio ilegal, runway incursion (posisi yang tidak tepat di lokasi runway), green laser, dan layang-layang.

Menurut Kepala bagian Manajemen Keselamatan Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I, Ponco Priyono, sebagian besar gangguan burung baru diketahui ketika pesawat sudah parkir di apron. Demikian pula dengan kapan serangan terjadi, waktu lepas landas atau mendarat.

"Mungkin karena pilot sedang dalam konsentrasi tinggi sehingga kurang memperhatikan hal itu. Tanda-tandanya ada bau seperti benda terbakar atau kalau tidak pilot juga merasakan ada grek grek pada mesin," kata Ponco, Selasa (29/11/2011) kemarin.

Ponco tidak bisa menyebutkan angka pasti bird strike yang dialami pesawat yang lalu lalang di Juanda. Namun ia menegaskan, jumlah burung yang hilir mudik di sekitar bandara itu sudah demikian mengkhawatirkan. "Pagi sekitar pukul 07.00 WIB burung burung itu mulai berangkat dari sisi Selatan menuju Utara, sore sekitar pukul 17.00 WIB baru balik lagi," kata Ponco menjelaskan pola hilir mudik.

Aktivitas burung yang tinggi sangat berkaitan dengan lokasi Bandara Juanda yang berdekatan dengan bentangan pantai timur Surabaya (Pamurbaya) yang memang menjadi rumah atau persinggahan ratusan spesies burung. Termasuk di dalamnya burung migran yang selalu berpindah dalam kurun waktu tertentu.

Ia menjelaskan aktivitas harian burung yang terbang berkelompok di sekitar bandara itu tentu saja merepotkan para pilot yang hendak take off maupun landing. Sehingga, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan burung-burung itu.

Ponco mengakui, banyak hewan hewan kecil di sekitar kawasan bandara ini yang memicu kedatangan burung. "Bukan hanya kecebong (anak katak), tapi ulat yang ada di rumput rumput itu juga mengundang burung karena menjadi makanan burung," ujarnya.

Untuk menjaga agar burung burung itu tidak datang mencari makanan di rumput, petugas terus-menerus menjaga ketinggian dari rumput. Misalnya dengan pemangkasan rumput. "Ketinggian rumput ini harus selalu terjaga, antara 20–30 centimeter tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu pendek," imbuhnya.

"Bahkan kami pernah terpikir akan mencoba dengan cara memakai pawang burung untuk mengendalikan keberadaan burung tersebut, tapi apakah bisa," paparnya.

Menurutnya, kalau ada pawang burung pihaknya mau mencoba untuk mengendalikan burung burung yang lalu lalang di bandara. "Kalau ada pawang burung bisa dicoba mungkin lebih efektif untuk mengusir dan mengendalikan pergerakan burung burung itu," lanjutnya.


(Kompas)
SUPPORT BY









PT GMF AeroAsia Raih The Best International Marketing

PT GMF AeroAsia terpilih sebagai perusahaan yang mendapat Marketing Award 2011 untuk The Best Market Driving dan The Best International Marketing. Anugerah prestisius di dunia marketing Indonesia ini diberikan kepada perusahaan terbaik yang dinilai memiliki terobosan untuk mengenalkan produk dan layanan yang dihasilkan.

Pada ajang Marketing Award 2011 yang diselenggarakan Majalah Marketing dan Komunitas Marketing ini, GMF AeroAsia berhasil meraih dua dari enam kategori, yakni Market Driving, Innovation in Marketing, Marketing Campaign, Experiential Marketing, Social Marketing, dan International Marketing.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas terobosan pemasaran oleh GMF, baik di pasar nasional maupun global, kata Richard Budihadianto selaku Direktur Utama PT GMF AeroAsia, Rabu (30/11/2011) di Jakarta.

Anugerah ini diberikan ke perusahaan yang lolos seleksi dari seluruh perusahaan di Indonesia yang dinilai dan mampu menawarkan terobosan baru dalam pemasaran. GMF AeroAsia mendapat dua anugerah ini setelah lolos melalui tiga tahap seleksi.

Menurut Richard, penghargaan dari komunitas marketing nasional ini merupakan langkah maju bagi GMF AeroAsia yang menerjuni perawatan pesawat. Selama ini, bisnis perawatan pesawat belum terlalu dikenal di komunitas pemasaran Indonesia.

"Selain perusahaan yang terjun di bisnis ini di Indonesia tergolong sedikit, komunitas marketing nasional juga belum familiar dengan bisnis perawatan pesawat. Bahkan GMF AeroAsia sering kali dikaitkan dengan nama Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan dan airline," kata Richard.

Dalam penilaian di ajang Marketing Award 2011 ini, GMF AeroAsia menerapkan strategi utama marketing yang terdiri dari market penetration di area domestik, market development ke luar negeri, dan franchise & foreign direct investment (FDI) di luar negeri.

"Untuk masuk ke pasar global, kita harus menjadi tuan rumah di pasar domestik," ujarnya.

Hingga saat ini, GMF AeroAsia masih tercatat sebagai pemimpin pasar perawatan pesawat nasional dengan penguasaan pasar nasional perawatan pesawat di atas lima puluh persen.

Sedangkan untuk menembus pasar internasional, GMF AeroAsia telah memiliki sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, FAA, dan otoritas penerbangan sipil Eropa, EASA, yang sering kali dijadikan barometer perawatan pesawat.

Produk dan layanan yang dihasilkan oleh GMF AeroAsia telah menembus ke lebih dari 45 negara di lima benua dengan beragam perawatan untuk berbagai jenis pesawat.

Bahkan untuk perawatan pesawat B747 dan engine Roll Royce 183 Spey 555, GMF AeroAsia telah menjadi pemain dominan di tingkat pasar global, yang ditandai dengan global market share yang cukup signifikan.

Tingkat penerimaan pasar internasioanl terhadap GMF AeroAsia dapat dilihat dari keberhasilan GMF AeroAsia mendapatkan sejumlah kontrak kerja dengan beberapa maskapai asing, seperti di ajang Dubai Airshow 2011 pada pertengahan November 2011.

Dalam pameran skala global ini, GMF AeroAsia mendapat kepercayaan dari sejumlah maskapai asing yang berbasis di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa untuk menangani perawatan pesawat mereka.

"Untuk kontrak kerja sama perawatan di Dubai Airshow 2011 dengan jangka waktu antara 3 sampai 5 tahun, GMF menandatangani kontrak dengan potensi revenue sekitar 128 juta dollar AS," katanya.

(Kompas)

SUPPORT BY







setahun lagi ... Garuda kuasai penuh operasional terminal 2E dan 2F


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menargetkan akan menguasai operasional terminal 2E dan 2F di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta paling lambat awal 2013.

Target operasional Garuda melalui dua terminal di Bandara Soekarno-Hatta itu seiring dengan dimulainya aliansi global Sky Team pada awal 2013.

"Sky Team akan dimulai pada awal 2013, maka kami persiapkan sistemnya. Pada saat implementasi Sky Team sudah jadi semua sistem termasuk adanya terminal khusus yang terkoneksi langsung dengan anggota maskapai Sky Team," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat acara pemberian penghargaan bagi tim tenis Sea Games XXVI 2011, Selasa, 29 November.

Garuda memberikan uang tunai senilai total US$12.000 dan tiket penerbangan internasional tujuan Amsterdam, Australia, Jepang, dan China, dengan masing-masing dua tiket per orang.

Pada saat pemberian penghargaan ini disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum PELTI Martina Widjaja dan Pembina Pelti Soebronto Laras serta Ketua INASOC Rahmat Gobel.

Emirsyah menambahkan nantinya seluruh penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta hanya dilayani dari Terminal 2E dan 2F. Hal ini sesuai hasil penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II. MoU berjangka waktu 1 tahun sejak ditandatangani, yakni menjadi 28 November 2012.

"Selama masa jangka waktu MoU ini, kami melakukan pembicaraan intens lagi dengan AP II. Kalau memang jangka waktunya sudah terlewati, masih bisa diperpanjang. Namun ditarget pada saat pelaksanaan Sky Team, sudah dapat dipakai," katanya.

Dengan dikuasainya terminal 2E dan 2F oleh Garuda, akan memindahkan maskapai-maskapai lainnya yang selama ini menggunakan terminal itu untuk menaik dan menurunkan penumpang.

"Nanti dipikirkan bersama bagaimana memindahkan maskapai lain, apakah akan dibangun terminal baru atau memfungsikan terminal 2D," katanya.

Deputi Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Mulya Abdi mengatakan saat ini ada 25 maskapai yang menggunakan terminal 2E. Terminal ini khusus penerbangan internasional. Untuk penerbangan dari terminal 2F, lanjutnya, hanya digunakan oleh Garuda Indonesia dan Merpati untuk penerbangan domestik.

"Nanti akan penataan ulang, soal perpindahan maskapai lain, akan dibahas kembali secara bersama-sama," kata Mulya.

PT Angkasa Pura II sebelumnya menetapkan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta khusus didedikasikan kepada maskapai Garuda Indonesia. Kebijakan berlaku sejak Senin (28/11).

Penetapan tersebut dikukuhkan dalam
nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pada Senin, 28 November 2011 di Bali oleh Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Tri Sunoko menjelaskan kebijakan untuk menjadikan Terminal 2E dan 2F sebagai Dedicated Terminal Garuda Indonesia tersebut sebagai salah satu bentuk sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam koridor peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan udara nasional.

"Nota kesepahaman ini akan menjadi dasar bagi kedua pihak dalam melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan untuk memanfaatkan kekuatan potensi masing-masing, serta membangun kemitraan strategis dalam melakukan implementasi peningkatan pelayanan dan penataan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta," kata Tri.

(Bisnis Indonesia)

SUPPORT BY







American Airlines, Maskapai Penerbangan Internasional di jurang kebangkrutan.



Maskapai penerbangan terbesar keempat dunia, American Airlines, tengah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Pengadilan Pailit Amerika setelah tak sanggup lagi melunasi utang yang tinggi. Kinerja keuangan mereka rupanya diguncang biaya bahan bakar yang tinggi serta mahalnya gaji karyawan kontrak.

Associated Press mengabarkan, CEO American Airlines, Thomas W. Horton, mengatakan Dewan Direksi dengan suara bulat memutuskan untuk mengajukan kebangkrutan, Selasa, 29 November 2011. Dalam sidang pengajuan kepailitan pada Pengadilan Federal di New York, manajemen perusahaan itu mengaku memiliki utang tak terbayar sebesar US$ 29,6 miliar serta sisa aset US$ 24,7 miliar.

Dalam sidang itu , hakim memberikan izin American Airlines untuk tetap membayar bahan bakar, tenaga kerja, serta biaya kritis lain yang diperlukan untuk operasional. Perusahaan yang berbasis di Fort Worth Texas ini pun segera menghapus beberapa rute penerbangan yang tak menguntungkan. Namun, Horton tak memberi keterangan rinci mengenai hal itu.

Yang pasti, pengurangan rute penerbangan akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja sebagian karyawan serta terganggunya layanan penerbangan berlangganan (frequent flyer). Saat ini American Airlines memiliki 78 ribu karyawan dan melayani 240 ribu penumpang per hari.

Sejak 2001, American Airlines rupanya telah merugi hingga lebih dari $ 12 miliar. Spekulasi tentang kebangkrutan mereka merebak pekan lalu saat perusahaan itu tidak mampu untuk memenangkan persetujuan pengurangan biaya tenaga kerja.

Padahal, dalam setahun American Airlines menghabiskan niaya US$ 600 juta untuk gaji karyawan dan US$ 800 juta untuk dana pensiun, dua kali lipat dibanding biaya yang ditanggung maskapai yang sekelas.

Namun, Horton menegaskan tak ada faktor tunggal yang menyebabkan kebangkrutan. Perusahaan harus memotong biaya karena melemahnya ekonomi global, naiknya harga bahan bakar, serta turunnya rating kredit yang sehingga biaya pinjaman naik.


(TEMPO.COM)

SUPPORT BY







Hingga 2012, Garuda Indonesia Masih Gunakan Pilot Asing



Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tidak berjanji untuk tidak mempekerjakan pilot asing jika kontrak mereka selesai pada awal tahun depan.

"Kita tidak bisa janjikan dong, bisnis itu kan bergerak dinamis, tidak statis," ungkap Direktur Operasi Garuda Ari Sapari ketika berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (15/7/2011) malam.

Dia juga menambahkan bahwa penggunaan pilot asing di Garuda bukanlah hal yang baru dan terus ada sesuai kebutuhan. "Sejak tahun 1970-an kita sudah pakai pilot asing, setiap periode enggak ada terus tapi ada sesuai kebutuhan saja kita pakai," lanjutnya.

Menurut datanya, sekarang Garuda Indonesia memiliki sekira 839 pilot tetap (pilot lokal) dan 43 pilot kontrak. Dari jumlah 43 pilot ini, 34 nya adalah pilot asing yang disewa Garuda sampai awal tahun 2012 mendatang.

Ari mengklaim bahwa penggunaan pihak tenaga asing kontrak ini bukan karena pilot lokal tidak ada yang mampu, tetapi lebih karena mereka pilot-pilot dari Indonesia sedang mengalami masa training.

"Itu begini, jadi sebagian pilot kita masih dalam masa training, sedangkan pesawat itu kan harus sudah beroperasi dan dijalankan. Siapa yang jalanin? Saat inilah kita butuhkan tenaga- tenaga kontrak tersebut," papar dia.

Meskipun masih belum bisa menjanjikan adanya kenaikan gaji bagi pilot lokal seperti yang dtuntut serikat pilot beberapa hari lalu, tetapi pihaknya menjanjikan bahwa masa depan pilot lokal yang berada di maskapai pelat merah ini lebih terjamin.

"Kita ingin mereka fokus kerja, jadi ketika mereka terbang mereka tidak mikirin mau asuransi dimana, anak-istrinya kalau sakit bagaimana, siapa yang biayain, itu tidak karena semua kita tanggung. Kalau pegawai kontrak tidak ada sama sekali itu kita tanggung," tutupnya.

Lion Air Siap Jalani Hukuman Mulai 19 Juli 2011



Maskapai penerbangan nasional Lion Air menyatakan bakal mulai menjalani hukuman dari Kementerian Perhubungan mulai 19 Juli 2011. Sebanyak 13 pesawat akan diistirahatkan untuk dijadikan cadangan di beberapa bandara.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Lion Air Edward Sirait kepada detikFinance, Sabtu (16/7/2011).

"Jadi mulai Selasa 19 Juli kita akan laksanakan itu. Sebenarnya itu (pesawat yang diistirahatkan) adalah untuk cadangan kita di beberapa bandara, sehingga kalau ada pesawat yang rusak maka kita sudah siap," tuturnya.

Hukuman dari Kemenhub ini menurut Edward tidak akan membuat Lion Air menutup rute penerbangannya. Bahkan dengan hukuman ini, Lion Air siap meningkatkan pelayanannya.

"Kita juga menambah waktu pesawat di darat atau ground time. Pokoknya kita bikin fleksibel. Bisa saja frekuensi penerbangan dikurangi. Tapi kita ingin mempertahankan jangan sampai harga turun," jelas Edward.

Dikatakannya, hukuman ini tidak akan mengganggu pelayanan Lion Air kepada para penumpangnya.

Seperti diketahui, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengatakan memberikan sanksi kepada Lion Air terkait dengan sering terjadinya keterlambatan penerbangan (delay). Maskapai tersebut diminta mengistirahatkan 10-13 armada pesawatnya mulai 3 minggu ke depan.

Lion Air harus melakukan aksi perbaikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan ketepatan jadwal penerbangan. Pengurangan produksi ini berarti menambah waktu ground time pesawat yang diharapkan akan menciptakan keseimbangan (balance) antara crew dan jumlah pesawat, sehingga delay yang terjadi pada maskapai tersebut akan berkurang.

Herry mengakui kebijakan ini bisa jadi akan berdampak pada pengurangan rute yang dilayani Lion Air serta juga berdampak pada tarif, karena demand tetap tetapi supply berkurang.

Lion Air Tak Janjikan Ketepatan Terbang Hingga 100%

PT lion Air mengaku siap menindaklanjuti sanksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menggrounded atau melarang terbang 13 pesawatnya mulai 19 Juli depan. Maskapai ini berjanji akan meningkatkan ketepatan pemberangkatan pesawatnya maksimal hingga 80 persen.

"Menambah pesawat cadangan di beberapa bandara, itulah yang diartikan sebagai grounded. Ke­dua untuk menambah on time performance atau penanganan di darat lebih tepat dan cepat. Semuanya untuk meningkatkan pelayan dan itu bagian dari proses koordinasi kita dengan Kementerian Perhubungan untuk mengurangi terjadinya delay," kata Direktur Umum Lion Air Eward Sirait saat dihubungi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Edward, jumlah 13 pesawat itu merupakan jumlah maksimal yang bisa dihitung. Namun, jumlah tersebut bisa berubah-rubah karena Lion Air akan terus mengutamakan layanan pada masyarakat.

Edward menjelaskan, 13 pesawat itu perlu di jadikan cadangan khusus. Berdasarkan logika di air lines, sebenarnya bukan grounded karena jika pesawat perlu perbaikan, maka mau tidak mau harus terbang sesuai jadwal. Karena itulah, perlu cadangan khusus pesawat.

Di industri penerbangan, kata dia,tidak ada jadwal penerbangan yang tepat hingga 100 persen. Semua penerbangan dipastikan terjadi delay. Delay juga bisa terjadi karena cuaca atau seuatu hal yang tak diduga. Jika on time performancenya mencapai 90 persen, maka dinilai sangat luar biasa. Dengan adanya grounded tersebut, Lion Air ber­harap, on time performancenya bisa di atas 80 persen karena saat ini jauh berada di bawah 80 persen.Karena seringnya mengalami keterlambatan terbang atau delay.

(Fajar Online)

Pemerintah Akan Suntik Dirgantara Indonesia Rp5,1 Triliun



Pemerintah akan menyuntikkan dana sekitar Rp5,1 triliun untuk menyehatkan BUMN strategis di bidang penerbangan, PT Dirgantara Indonesia (DI). "Sekarang masih dalam proses," ujar Menperin, MS Hidayat, usai membuka pameran dan seminar industri permesinan dan alat transportasi, di Jakarta, Selasa (21/6).
Ia menjelaskan usul penyuntikan dana dalam bentuk penyertaaan modal pemerintah dengan mengambilalih utang PT DI menjadi modal pemerintah tersebut, telah disampaikan ke Komisi VI DPR.
Saat ini, kata dia, Kementerian Keuangan tengah mempelajarinya. "PT DI harus disehatkan dulu agar bankable (memenuhi persyaratan perbankan), sehingga produksi bisa dilakukan tanpa beban masa lalu," ujar Hidayat.
Ia optimis bila PT DI sehat, maka bisa membangun pesawat komersial yang memiliki daya saing tinggi. "PT DI telah menguasai teknologi (pembuatan pesawat) dan telah memiliki sertifikat FAA," ujar Hidayat. Ia bahkan memperkirakan produksi pesawat PT DI lebih baik dan berdaya saing dibandingkan pesawat MA-60 buatan China.
"Bila ingin industri pertahanan maju, maka harus dibenahi satu per satu," ujarnya. Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan Indonesia akan mengembangkan pesawat dengan teknologi yang matang dan menggunkan kandungan lokal yang tinggi.
"Pesawat itu diharapkan mampu menjelajah seluruh wilayah Indonesia, terutama bagian timur, yang memiliki fasilitas bandara yang minim dan medan bergunung-gunung," kata Hidayat.
Lebih jauh ia mengatakan selain PT DI, Kementerian Perindustrian juga telah mengusulkan merevitalisasi industri strategis terkait pertahanan, seperti PT PAL dan Pindad. "Ada 5-6 perusahaan industri strategis yang semuanya BUMN, yang perlu dibenahi satu per satu," katanya.


(analisadaily.com)

Dapat Order 197 Pesawat, Airbus dan Boeing Raih Kontrak US$25 Miliar




Airbus dan Boeing menandatangani kontrak senilai lebih dari US$25 miliar kontrak selama berlangsungnya pameran dirgantara Paris Air Show 2011 di Prancis.
Airbus meraih total kontrak pembelian 142 pesawat senilai US$15 miliar dan 90 di antaranya pesanan untuk 90 unit pesawat Airbus A320neo, yang merupakan pengembangan teknologi dengan bahan bakar lebih hemat.
Sementara Boeing meraih kontrak senilai US$11 miliar atas pesanan 56 pesawat, termasuk order dari Qatar Airways untuk enam pesawat tipe 777 dengan nilai kesepakatan US$1,7 miliar.
Kedua produsen pesawat jet komersial berbadan lebar tampil di pameran dirgantara, khususnya dalam pengembangan mesin biofuel dan hibrida serta pesawat berteknologi tenaga surya.
Namun Airbus sempat mendapat malu setelah sayap pesawat superjumbo A380 melanggar pinggir landasan saat mendarat di bandara dekat kota Paris tersebut, Minggu (19/6). Atas insiden tersebut, Airbus segera mencari pesawat pengganti untuk terbang demo yang dioperasikan oleh Air Korea A380 seperti dilansir Yahoo.com, Senin (20/6).


(Primair Online)

Designer: FThemes.com | Converter: Blogger Themes & Blogger Templates
Flippa