Airbus Military menargetkan produksi 200 pesawat di Indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan.
Demikian disampaikan CEO Airbus Military Domingo Urena Raso di Jakarta. "Investasi di sini sangat besar dan kami ingin menjadi kompetitif. Mungkin seimbang antara pembuatan pesawat sipil dan pesawat militer dari target 200 pesawat yang akan diproduksi dalam 10 tahun ke depan. Itu sangat fantastik untuk industri penerbangan di Indonesia," terangnya, beberapa waktu lalu.
Dalam proses pembuatan pesawat tersebut, Airbus Military bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). "Kita sudah bekerjasama dengan PT DI selama 35 tahun. Kami ingin kerjasama ini terus berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama," tuturnya.
Dalam kerjasama itu, dilakukan pembuatan produk bersama. "Selain itu, kita ingin memasarkan tidak hanya untuk pasar domestik, tapi juga untuk di ekspor. Kami percaya Indonesia negara yang sangat baik untuk kami dapat berkembang. Kami bersama PT DI juga mengincar pasar Asia Pasifik," tukasnya.
"Untuk pembuatan pesawat CN235 kami masih membuat 50:50 dengan PT DI. Pesawat CASA 212 100% dibuat PT DI dan kedepannya mereka dapat memproduksi pesawat CN295. Tak hanya itu kami ingin PT DI membuat sejumlah pewawat militer, tank dan Air400," tutupnya.
(Inilah.com)
MENU UTAMA
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Laporan mengenai kisah tukang sampah Jakarta yang disebut sebagai kota dengan pertumbuhan kota yang cukup pesat di dunia ditayangkan stas...
-
Bagi setiap wanita, payudara merupakan salah satu aset paling berharga dari tubuh mereka. Selain melambangkan keindahan dan feminitas, fa...
-
Mendengar kanker payudara identik menyerang kaum wanita. Sebenarnya, penyakit ini bisa dicegah dengan ...
-
Terhitung mulai 04 April, Jam Layanan BIROTIKET sbb : Senin : Jam 07.00 s/d 24.00 WIB Selasa s/d Sabtu : Jam 00.01 s/d 24.00 WIB Ming...
-
(Foto: gettyimages) SEIRING perkembangan zaman, banyak nilai hidup yang kian bergeser dibanding masa orangtua kita...
-
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta tidak diam saja melihat maskapai penerbangan yang kerap ngaret dari jadwal t...
-
Asosiasi Maskapai Penerbangan Internasional (IATA) menolak program Uni Eropa, yang bakal memaksa industri bergabung dalam program perdagan...
-
Kalau kalian pernah melihat penggaris yang dipakai di sekolah dasar dan menengah, kemungkinan besar penggaris itu panjangnya 30 cm. Tigapulu...
-
Obesitas kini sudah menjadi permasalahan global. Berbagai riset menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dan peningkatan risiko penyak...
-
Chen Wei kemarin (17/7) mengemudi pesawatnya N168CW lepas landas dari bandara internasional Taiping, kota Harbin, provinsi Heilongjiang, T...



