BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA



Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan

Lion Air Siap Jalani Hukuman Mulai 19 Juli 2011



Maskapai penerbangan nasional Lion Air menyatakan bakal mulai menjalani hukuman dari Kementerian Perhubungan mulai 19 Juli 2011. Sebanyak 13 pesawat akan diistirahatkan untuk dijadikan cadangan di beberapa bandara.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Lion Air Edward Sirait kepada detikFinance, Sabtu (16/7/2011).

"Jadi mulai Selasa 19 Juli kita akan laksanakan itu. Sebenarnya itu (pesawat yang diistirahatkan) adalah untuk cadangan kita di beberapa bandara, sehingga kalau ada pesawat yang rusak maka kita sudah siap," tuturnya.

Hukuman dari Kemenhub ini menurut Edward tidak akan membuat Lion Air menutup rute penerbangannya. Bahkan dengan hukuman ini, Lion Air siap meningkatkan pelayanannya.

"Kita juga menambah waktu pesawat di darat atau ground time. Pokoknya kita bikin fleksibel. Bisa saja frekuensi penerbangan dikurangi. Tapi kita ingin mempertahankan jangan sampai harga turun," jelas Edward.

Dikatakannya, hukuman ini tidak akan mengganggu pelayanan Lion Air kepada para penumpangnya.

Seperti diketahui, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengatakan memberikan sanksi kepada Lion Air terkait dengan sering terjadinya keterlambatan penerbangan (delay). Maskapai tersebut diminta mengistirahatkan 10-13 armada pesawatnya mulai 3 minggu ke depan.

Lion Air harus melakukan aksi perbaikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan ketepatan jadwal penerbangan. Pengurangan produksi ini berarti menambah waktu ground time pesawat yang diharapkan akan menciptakan keseimbangan (balance) antara crew dan jumlah pesawat, sehingga delay yang terjadi pada maskapai tersebut akan berkurang.

Herry mengakui kebijakan ini bisa jadi akan berdampak pada pengurangan rute yang dilayani Lion Air serta juga berdampak pada tarif, karena demand tetap tetapi supply berkurang.

Lion Air Tak Janjikan Ketepatan Terbang Hingga 100%

PT lion Air mengaku siap menindaklanjuti sanksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menggrounded atau melarang terbang 13 pesawatnya mulai 19 Juli depan. Maskapai ini berjanji akan meningkatkan ketepatan pemberangkatan pesawatnya maksimal hingga 80 persen.

"Menambah pesawat cadangan di beberapa bandara, itulah yang diartikan sebagai grounded. Ke­dua untuk menambah on time performance atau penanganan di darat lebih tepat dan cepat. Semuanya untuk meningkatkan pelayan dan itu bagian dari proses koordinasi kita dengan Kementerian Perhubungan untuk mengurangi terjadinya delay," kata Direktur Umum Lion Air Eward Sirait saat dihubungi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Edward, jumlah 13 pesawat itu merupakan jumlah maksimal yang bisa dihitung. Namun, jumlah tersebut bisa berubah-rubah karena Lion Air akan terus mengutamakan layanan pada masyarakat.

Edward menjelaskan, 13 pesawat itu perlu di jadikan cadangan khusus. Berdasarkan logika di air lines, sebenarnya bukan grounded karena jika pesawat perlu perbaikan, maka mau tidak mau harus terbang sesuai jadwal. Karena itulah, perlu cadangan khusus pesawat.

Di industri penerbangan, kata dia,tidak ada jadwal penerbangan yang tepat hingga 100 persen. Semua penerbangan dipastikan terjadi delay. Delay juga bisa terjadi karena cuaca atau seuatu hal yang tak diduga. Jika on time performancenya mencapai 90 persen, maka dinilai sangat luar biasa. Dengan adanya grounded tersebut, Lion Air ber­harap, on time performancenya bisa di atas 80 persen karena saat ini jauh berada di bawah 80 persen.Karena seringnya mengalami keterlambatan terbang atau delay.

(Fajar Online)

Designer: FThemes.com | Converter: Blogger Themes & Blogger Templates
Flippa