BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA



Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Dirgantara. Tampilkan semua postingan

Penerbangan di Juanda Terancam Kawanan Burung

Gangguan burung semakin memusingkan pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya. Segala cara telah dicoba untuk mengusir burung-burung di sana. Mulai dari cara menembaki, hingga mengusirnya dengan suara predator buatan. Tetapi burung-burung itu tetap mengusik.

Gangguan burung pada pesawat (bird strike) sudah menjadi keprihatinan bagi banyak bandara di dunia. Serangan burung ini bisa mengakibatkan kerusakan pesawat yang tentunya membahayakan penerbangan itu sendiri. Pendaratan darurat pesawat di Sungai Hudson, New York Januari 2011 yang fenomenal itu juga akibat serangan burung.

Serangan burung ini merupakan satu dari sekian gangguan (hazard) penerbangan di Juanda. Gangguan lain adalah frekuensi radio ilegal, runway incursion (posisi yang tidak tepat di lokasi runway), green laser, dan layang-layang.

Menurut Kepala bagian Manajemen Keselamatan Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I, Ponco Priyono, sebagian besar gangguan burung baru diketahui ketika pesawat sudah parkir di apron. Demikian pula dengan kapan serangan terjadi, waktu lepas landas atau mendarat.

"Mungkin karena pilot sedang dalam konsentrasi tinggi sehingga kurang memperhatikan hal itu. Tanda-tandanya ada bau seperti benda terbakar atau kalau tidak pilot juga merasakan ada grek grek pada mesin," kata Ponco, Selasa (29/11/2011) kemarin.

Ponco tidak bisa menyebutkan angka pasti bird strike yang dialami pesawat yang lalu lalang di Juanda. Namun ia menegaskan, jumlah burung yang hilir mudik di sekitar bandara itu sudah demikian mengkhawatirkan. "Pagi sekitar pukul 07.00 WIB burung burung itu mulai berangkat dari sisi Selatan menuju Utara, sore sekitar pukul 17.00 WIB baru balik lagi," kata Ponco menjelaskan pola hilir mudik.

Aktivitas burung yang tinggi sangat berkaitan dengan lokasi Bandara Juanda yang berdekatan dengan bentangan pantai timur Surabaya (Pamurbaya) yang memang menjadi rumah atau persinggahan ratusan spesies burung. Termasuk di dalamnya burung migran yang selalu berpindah dalam kurun waktu tertentu.

Ia menjelaskan aktivitas harian burung yang terbang berkelompok di sekitar bandara itu tentu saja merepotkan para pilot yang hendak take off maupun landing. Sehingga, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan burung-burung itu.

Ponco mengakui, banyak hewan hewan kecil di sekitar kawasan bandara ini yang memicu kedatangan burung. "Bukan hanya kecebong (anak katak), tapi ulat yang ada di rumput rumput itu juga mengundang burung karena menjadi makanan burung," ujarnya.

Untuk menjaga agar burung burung itu tidak datang mencari makanan di rumput, petugas terus-menerus menjaga ketinggian dari rumput. Misalnya dengan pemangkasan rumput. "Ketinggian rumput ini harus selalu terjaga, antara 20–30 centimeter tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu pendek," imbuhnya.

"Bahkan kami pernah terpikir akan mencoba dengan cara memakai pawang burung untuk mengendalikan keberadaan burung tersebut, tapi apakah bisa," paparnya.

Menurutnya, kalau ada pawang burung pihaknya mau mencoba untuk mengendalikan burung burung yang lalu lalang di bandara. "Kalau ada pawang burung bisa dicoba mungkin lebih efektif untuk mengusir dan mengendalikan pergerakan burung burung itu," lanjutnya.


(Kompas)
SUPPORT BY









setahun lagi ... Garuda kuasai penuh operasional terminal 2E dan 2F


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menargetkan akan menguasai operasional terminal 2E dan 2F di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta paling lambat awal 2013.

Target operasional Garuda melalui dua terminal di Bandara Soekarno-Hatta itu seiring dengan dimulainya aliansi global Sky Team pada awal 2013.

"Sky Team akan dimulai pada awal 2013, maka kami persiapkan sistemnya. Pada saat implementasi Sky Team sudah jadi semua sistem termasuk adanya terminal khusus yang terkoneksi langsung dengan anggota maskapai Sky Team," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat acara pemberian penghargaan bagi tim tenis Sea Games XXVI 2011, Selasa, 29 November.

Garuda memberikan uang tunai senilai total US$12.000 dan tiket penerbangan internasional tujuan Amsterdam, Australia, Jepang, dan China, dengan masing-masing dua tiket per orang.

Pada saat pemberian penghargaan ini disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum PELTI Martina Widjaja dan Pembina Pelti Soebronto Laras serta Ketua INASOC Rahmat Gobel.

Emirsyah menambahkan nantinya seluruh penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta hanya dilayani dari Terminal 2E dan 2F. Hal ini sesuai hasil penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II. MoU berjangka waktu 1 tahun sejak ditandatangani, yakni menjadi 28 November 2012.

"Selama masa jangka waktu MoU ini, kami melakukan pembicaraan intens lagi dengan AP II. Kalau memang jangka waktunya sudah terlewati, masih bisa diperpanjang. Namun ditarget pada saat pelaksanaan Sky Team, sudah dapat dipakai," katanya.

Dengan dikuasainya terminal 2E dan 2F oleh Garuda, akan memindahkan maskapai-maskapai lainnya yang selama ini menggunakan terminal itu untuk menaik dan menurunkan penumpang.

"Nanti dipikirkan bersama bagaimana memindahkan maskapai lain, apakah akan dibangun terminal baru atau memfungsikan terminal 2D," katanya.

Deputi Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Mulya Abdi mengatakan saat ini ada 25 maskapai yang menggunakan terminal 2E. Terminal ini khusus penerbangan internasional. Untuk penerbangan dari terminal 2F, lanjutnya, hanya digunakan oleh Garuda Indonesia dan Merpati untuk penerbangan domestik.

"Nanti akan penataan ulang, soal perpindahan maskapai lain, akan dibahas kembali secara bersama-sama," kata Mulya.

PT Angkasa Pura II sebelumnya menetapkan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta khusus didedikasikan kepada maskapai Garuda Indonesia. Kebijakan berlaku sejak Senin (28/11).

Penetapan tersebut dikukuhkan dalam
nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pada Senin, 28 November 2011 di Bali oleh Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Tri Sunoko menjelaskan kebijakan untuk menjadikan Terminal 2E dan 2F sebagai Dedicated Terminal Garuda Indonesia tersebut sebagai salah satu bentuk sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam koridor peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan udara nasional.

"Nota kesepahaman ini akan menjadi dasar bagi kedua pihak dalam melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan untuk memanfaatkan kekuatan potensi masing-masing, serta membangun kemitraan strategis dalam melakukan implementasi peningkatan pelayanan dan penataan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta," kata Tri.

(Bisnis Indonesia)

SUPPORT BY







Pemerintah Akan Suntik Dirgantara Indonesia Rp5,1 Triliun



Pemerintah akan menyuntikkan dana sekitar Rp5,1 triliun untuk menyehatkan BUMN strategis di bidang penerbangan, PT Dirgantara Indonesia (DI). "Sekarang masih dalam proses," ujar Menperin, MS Hidayat, usai membuka pameran dan seminar industri permesinan dan alat transportasi, di Jakarta, Selasa (21/6).
Ia menjelaskan usul penyuntikan dana dalam bentuk penyertaaan modal pemerintah dengan mengambilalih utang PT DI menjadi modal pemerintah tersebut, telah disampaikan ke Komisi VI DPR.
Saat ini, kata dia, Kementerian Keuangan tengah mempelajarinya. "PT DI harus disehatkan dulu agar bankable (memenuhi persyaratan perbankan), sehingga produksi bisa dilakukan tanpa beban masa lalu," ujar Hidayat.
Ia optimis bila PT DI sehat, maka bisa membangun pesawat komersial yang memiliki daya saing tinggi. "PT DI telah menguasai teknologi (pembuatan pesawat) dan telah memiliki sertifikat FAA," ujar Hidayat. Ia bahkan memperkirakan produksi pesawat PT DI lebih baik dan berdaya saing dibandingkan pesawat MA-60 buatan China.
"Bila ingin industri pertahanan maju, maka harus dibenahi satu per satu," ujarnya. Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan Indonesia akan mengembangkan pesawat dengan teknologi yang matang dan menggunkan kandungan lokal yang tinggi.
"Pesawat itu diharapkan mampu menjelajah seluruh wilayah Indonesia, terutama bagian timur, yang memiliki fasilitas bandara yang minim dan medan bergunung-gunung," kata Hidayat.
Lebih jauh ia mengatakan selain PT DI, Kementerian Perindustrian juga telah mengusulkan merevitalisasi industri strategis terkait pertahanan, seperti PT PAL dan Pindad. "Ada 5-6 perusahaan industri strategis yang semuanya BUMN, yang perlu dibenahi satu per satu," katanya.


(analisadaily.com)

Designer: FThemes.com | Converter: Blogger Themes & Blogger Templates
Flippa