BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA



Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Cengkareng. Tampilkan semua postingan

setahun lagi ... Garuda kuasai penuh operasional terminal 2E dan 2F


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menargetkan akan menguasai operasional terminal 2E dan 2F di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta paling lambat awal 2013.

Target operasional Garuda melalui dua terminal di Bandara Soekarno-Hatta itu seiring dengan dimulainya aliansi global Sky Team pada awal 2013.

"Sky Team akan dimulai pada awal 2013, maka kami persiapkan sistemnya. Pada saat implementasi Sky Team sudah jadi semua sistem termasuk adanya terminal khusus yang terkoneksi langsung dengan anggota maskapai Sky Team," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat acara pemberian penghargaan bagi tim tenis Sea Games XXVI 2011, Selasa, 29 November.

Garuda memberikan uang tunai senilai total US$12.000 dan tiket penerbangan internasional tujuan Amsterdam, Australia, Jepang, dan China, dengan masing-masing dua tiket per orang.

Pada saat pemberian penghargaan ini disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum PELTI Martina Widjaja dan Pembina Pelti Soebronto Laras serta Ketua INASOC Rahmat Gobel.

Emirsyah menambahkan nantinya seluruh penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta hanya dilayani dari Terminal 2E dan 2F. Hal ini sesuai hasil penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II. MoU berjangka waktu 1 tahun sejak ditandatangani, yakni menjadi 28 November 2012.

"Selama masa jangka waktu MoU ini, kami melakukan pembicaraan intens lagi dengan AP II. Kalau memang jangka waktunya sudah terlewati, masih bisa diperpanjang. Namun ditarget pada saat pelaksanaan Sky Team, sudah dapat dipakai," katanya.

Dengan dikuasainya terminal 2E dan 2F oleh Garuda, akan memindahkan maskapai-maskapai lainnya yang selama ini menggunakan terminal itu untuk menaik dan menurunkan penumpang.

"Nanti dipikirkan bersama bagaimana memindahkan maskapai lain, apakah akan dibangun terminal baru atau memfungsikan terminal 2D," katanya.

Deputi Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Mulya Abdi mengatakan saat ini ada 25 maskapai yang menggunakan terminal 2E. Terminal ini khusus penerbangan internasional. Untuk penerbangan dari terminal 2F, lanjutnya, hanya digunakan oleh Garuda Indonesia dan Merpati untuk penerbangan domestik.

"Nanti akan penataan ulang, soal perpindahan maskapai lain, akan dibahas kembali secara bersama-sama," kata Mulya.

PT Angkasa Pura II sebelumnya menetapkan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta khusus didedikasikan kepada maskapai Garuda Indonesia. Kebijakan berlaku sejak Senin (28/11).

Penetapan tersebut dikukuhkan dalam
nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pada Senin, 28 November 2011 di Bali oleh Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Tri Sunoko menjelaskan kebijakan untuk menjadikan Terminal 2E dan 2F sebagai Dedicated Terminal Garuda Indonesia tersebut sebagai salah satu bentuk sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam koridor peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan udara nasional.

"Nota kesepahaman ini akan menjadi dasar bagi kedua pihak dalam melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan untuk memanfaatkan kekuatan potensi masing-masing, serta membangun kemitraan strategis dalam melakukan implementasi peningkatan pelayanan dan penataan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta," kata Tri.

(Bisnis Indonesia)

SUPPORT BY







Brimob Razia Bandara Soetta, Taksi Bodong Ngumpet

wordpress (ilustrasi)

TANGERANG - Perang terbuka antara pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Angkasa Pura (AP) II dengan para calo, sopir taksi liar, premanisme, dan pedangan asongan dimulai.

Kamis, 14 Juli 2011, AP II menurunkan sebanyak 60 Brimob lengkap dengan senjata laras panjang, puluhan petugas keamanan Bandara dari Polres Bandara, Polwan dan petugas AP II untuk menangkapi para calo, sopir taksi gelap, premanisme, dan pedagang asongan.

Melihat banyak petugas bersegaram dan berpakaian preman di Terminal I,II, dan III, ratusan calo, sopir taksi liar, premanisme, dan pedagang asongan yang biasa mencari nafkah di lingkungan Bandara Internasional itu pun sembunyi.

Hingga akhirnya, tidak banyak para calo, sopir taksi liar, premanisme dan pedagang asongan yang berhasil digelandang. Menurut AP II, hal ini merupakan langkah maju atas operasi yang mulai dilancarkannya, pada hari ini hingga tiga hari ke depan.

General Senior Manager Angkasa Pura II cabang Bandara Soetta Mulya Abdi mengatakan, petugas yang sudah diterjunkan untuk menjaga Terminal I,II dan III Bandara Soetta berjumlah 60 orang dari satuan Brimob bersenjata lengkap, 20 polisi Bandara, dan 20 lagi dari AP II.

Ditambahkan dia, masing-masing terminal akan dijaga 30 orang anggota Brimob, dibantu Polwan, dan Provost Garnisum. Juga disebar polisi berpakaian preman untuk memantau pergerakan para calo, sopir taksi liar, premanisme dan pedagang asongan.

"Jadi Bandara Soetta sedang berjuang menuju world class airport. Untuk menuju itu, kita akan menata terminal, memperlebar jalan, menambah kecantikan, dan membersihan para sopir taksi gelap, calo tiket, premanisme dan pedagang asongan," ujarnya, kepada okezone, di Terminal I Bandara Soetta, Kamis (14/7/2011).

Ditambahkan dia, mulai Kamis-Jumat-Sabtu, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Lewat dari itu, jika masih ada calo tiket, sopir taksi liar, premanisme dan pedagang asongan yang menawarkan jasanya di lingkungan Bandara akan dilakukan langkah tegas.

"Di hari pertama-ketiga, kita akan lakukan pendekatan persuasif, sebagai bentuk sosialisasi. Hari ke empat, jika masih melakukan kegiatan yang sama, kita akan keluarkan secara paksa. Jika melawan, akan kita tindak," terangnya.

Dijelaskan, dasar hukum AP II memberikan tindakan tegas adalah, mereka melawan aparat hukum menertibkan Bandara. Berdasarkan pantauan di lapangan, hari pertama sosialisasi dan penertiban berlangsung biasa. Hanya dua sampai tiga orang sopir taksi liar saja yang berhasil diamankan.
 
(Okezone)

Cengkareng Makin Ketat, Bandara di Solo Jadi Sasaran



Pengamanan di Bandara Soekano- Hatta di Cengkareng makin ketat. Mungkin karena itu, Bandara Internasional Adi Soemarmo di Solo (Jawa Tengah) menjadi sasaran pengiriman narkoba lintas daerah dan negara.
Tidak tertutup kemungkinan juga jika Provinsi Jawa Tengah menjadi pintu gerbang masuk narkoba internasional dan menjadi sasaran peredaran narkoba.
Hal ini dikatakan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Edward Aritonang disela-sela kunjungan di wilayah Surakarta, Senin (20/6) menanggapi usaha penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan Seksi Penindakan dan Penyelidikan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe madya pabean Surakarta, Minggu (19/6) yang lalu.
"Kemungkinan juga Solo sebagai transit, karena berdasarkan pengakuan tersangka pengiriman narkoba yang digagalkan di Bandara Adi Soemarmo Solo, barang tersebut akan diteruskan ke Jakarta. Untuk itu kedepannya perlu ada pembenahan aturan transportasi dari luar negeri," jelasnya.
Sebelumnya, KPPBC Surakarta berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,1 kg, senilai Rp 2,208 miliar. Sabu-sabu tersebut diamankan dari seorang wanita warga Vietnam bernama Tram Thibich Hanh (34). Wanita tersebut ditangkap di Bandara Adi Soemarmo pukul 12.20 WIB setelah turun dari pesawat Air Asia AK 540 dari Kuala Lumpur Malaysia.
"Melalui scanm bagasi penumpang menunjukkan ada barang asing, kami lakukan pengecekan ulang oleh petugas dari seksi penindakan dan penyidikan. Tas berwarna bermotif kartun diketahui memiliki dinding palsu atau false compartment," jelas Kepala KPPBC Surakarta, Gatot Hartono, Minggu (19/6) malam.
Didalam dinding palsu tas tersebut ditemukan serbuk warna putih dibungkus plastik dan setelah dilakukan uji makotest ternyata bubuk putih tersebut adalah narkoba jenis sabu-sabu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, barang bukti berupa sabu-sabu dan pemilik tas tersebut langsung diserahkan ke Polres Boyolali.
Selama satu tahun ini, KPPBC Surakarta telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba sebanyak tiga kali yakni pada Bulan April, Mei dan Juni. Sementara itu menurut Kasat Narkoba Polres Boyolali, AKP Joko Sugiyanto, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
Pelaku terancam UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 113 ayat 1 dan ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman penjara 15 tahun dan denda Rp 10 miliar. Dan bila diketahui barang bukti lebih dari 5 gram bisa dipidana mati dengan denda Rp 10 miliar ditambah sepertiganya. "Dari hasil pemeriksaan, barang tersebut akan didistribusikan di Indonesia tetapi sampai saat ini pelaku belum mengakui adanya barang tersebut di dalam tasnya," ujarnya.
Sementara itu Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel membekuk oknum anggota dari satuan Direktorat Kepolisian Air Polda Kalsel yang kedapatan sedang transaksi narkotika jenis sabu.
Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, AKBP Edi Ciptianto di Banjarmasin, Senin mengatakan, oknum polisi itu diketahui bernisial Bripda RB seorang bintara DitPolair Polda Kalsel yang tertangkap tangan bersama barang buktinya satu paket narkotika jenis sabu dengan berat 0.33 gram.


(Suara Karya Online)

Designer: FThemes.com | Converter: Blogger Themes & Blogger Templates
Flippa