BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA



Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini

Waspadah ..... Rokok, Dijadikan Senjata untuk Taklukkan Negara Berkembang

Rokok seperti halnya candu merupakan alat yang digunakan negara maju untuk menguasai negara berkembang. Indonesia saat ini menjadi sasaran empuk negara maju yang gencar menyerang melalui industri rokok.

Seperti yang diungkap Ketua Indonesia Tobacco Control, dr. Kartono Muhammad, rokok dan candu sesungguhnya tak berbeda. Keduanya menimbulkan ketergantungan dan berdampak buruk bagi kesehatan. Sejarah juga mencatat, rokok dan candu telah dijadikan senjata untuk menguasai negara lain.

Candu mengalaminya lebih dulu, lewat perang Inggris dan China pada perang candu tahun 1839-1842. Pada masa ini, Inggris dan sekutunya menekan China supaya mau menerima kiriman candu. Kejadian serupa dialami pada perang Vietnam dan Amerika Serikat, tahun 1955-1975. Perang dimenangkan Vietnam, setelah serdadu Amerika Serikat dibujuk menggunakan candu.

"Saat ini, kedudukan candu digantikan rokok. Lokasi perang juga berganti ke negara berkembang, misalnya Indonesia," kata Kartono pada peluncuran Road Map Pengendalian Produk Tembakau di Indonesia, Senin (24/6/2013) di Jakarta.

Negara berkembang, menurut Kartono, bukannya tak tahu bahaya merokok. Namun keuntungan investasi dan terbukanya lapangan kerja, menyebabkan industri rokok sulit dilawan.

"Padahal, menerima industri rokok sama saja membuka pintu untuk melemahkan generasi muda," ujarnya.

Konsumsi rokok, menurut Kartono, di negara-negara maju seperti Amerika telah dibatasi dan diatur secara ketat, antara lain lewat pelarangan iklan rokok dan peraturan dilarang merokok dalam keluarga. Akibatnya, produsen rokok 'melemparkan' produknya ke berbagai negara berkembang.

Di negara berkembang, rokok mendapat sambutan. Indonesia kini menempati peringkat empat dunia dengan jumlah perokok sekitar 61,4 juta. Rokok dikonsumsi berbagai kalangan ekonomi, maupun gender.

"Karena itu konsumsi rokok harus dilarang. Melalui road map saya harap pemangku kepentingan akan memiliki arah yang jelas," kata Kartono.

Pelarangan ketat rokok diharapkan dapat membuka peluang Indonesia, berada di peringkat sama dengan negara maju lainnya.

Jebakan middle income trap

Besarnya risiko akibat rokok juga diakui anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Ekonomi dan Lingkungan, Emil Salim. Menurutnya, rokok akan menyebabkan Indonesia terus masuk dalam middle income trap.

Jebakan negara berpenghasilan menengah ini mengindikasikan kesejahteraan orang Indonesia tidak kunjung setara dengan negara maju. Keadaan tersebut diakibatkan kinerja generasi muda yang tidak maksimal.

Kebiasaan merokok yang banyak dilakukan generasi muda menjadi penyebabnya. Sehingga, generasi muda mengalami ketergantungan dan mudah sakit. Akibatnya produktivitas dan kinerja generasi muda tidak masimal.

"Padahal dengan jumlah generasi muda yang terus meningkat, Indonesia berpeluang mengalahkan Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan. Namun karena rokok, semua bisa tinggal kenangan," kata Emil.

Sumber: kompas.com

Ternyata .... Penghasilan pengemis di Jakarta lebih besar dari manajer ..

Penghasilan pengemis di Jakarta lebih besar dari manajer

Dengan muka memelas mereka menyusuri jalan-jalan Jakarta yang berdebu. Menadahkan tangan meminta sedekah. Sebagian tampil dengan anggota tubuh tak lengkap, sebagian lagi membawa bayi mungil yang dekil dalam gendongan. Penampilan para pengemis itu mengundang iba. Selembar seribu atau dua ribuan dengan ikhlas direlakan para dermawan untuk mereka.

Benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.

Petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menemukan fakta mengejutkan. Dalam sehari, pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

"Kalau yang segitu biasanya didapat pengemis dengan tingkat kekasihanan yang sangat sangat kasihan. Seperti pengemis kakek-kakek atau ibu-ibu yang mengemis dengan membawa anaknya," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).

Kemudian, lanjutnya, untuk pengemis dengan tingkat kasihan yang standar atau biasa saja dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Itu seperti anak-anak jalanan yang saat mengemis mengandalkan muka memelas," tuturnya.

Satu hari Rp 1 juta, kalikan 30 hari. Pengemis ini bisa dapat Rp 30 juta per bulan. Bermodal perkusi dari tutup botol, anak-anak jalanan mengantongi Rp 12 juta lebih.

Maka silakan bandingkan dengan gaji manajer di Jakarta. Penelusuran merdeka.com, gaji manajer di Jakarta rata-rata berkisar Rp 12 hingga 20 jutaan. Gaji pemimpin cabang sebuah bank rata-rata Rp 16 juta. Sementara Kepala Divisi Rp 20 juta.

Rata-rata butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi seorang profesional mencapai level manajer. Tak mudah mencapai posisi itu.

Untuk fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dan tak punya pengalaman kerja. Kisaran gajinya Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Jika beruntung, ada perusahaan yang mau memberi hingga di atas Rp 4 juta. Tapi sangat jarang.

"Saya kerja jadi teller di bank. Sudah lima tahun, paling bawa pulang Rp 4 juta. Kaget juga dengar pengemis bisa dapet belasan sampai Rp 30 juta," kata Rani, seorang pegawai bank pemerintah saat berbincang dengan merdeka.com.

Luar biasa memang. Gaji seorang manajer kalah oleh pengemis. Teller bank yang selalu tampil cantik dan modis, gajinya hanya sepertiga anak jalanan yang bermodal tampang memelas.

"Karena pendapatan yang terbilang fantastis itulah, para pengemis enggan beralih profesi. Cukup bermodal tampang memelas, tanpa skill apapun mereka bisa dapat uang banyak dengan mudah," kata Miftahul Huda.

Dia menambahkan maraknya pengemis dan gelandangan yang tersebar di Ibukota disinyalir sudah teroganisir. Diduga ada sindikat yang mengatur kelompok pengemis yang kerap mendrop mereka di suatu tempat untuk kemudian 'beroperasi' di wilayah yang telah ditentukan.

"Kita pernah menelusuri ke kampung halamannya. Dan memang nyatanya mereka punya rumah yang bisa dibilang lebih dari cukuplah di kampungnya itu. Itu fakta yang kita dapatkan," jelas Miftahul.

Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan menyalurkan ke tempat yang tepat.

"Dengan menyalurkan ke badan zakat yang resmi, akan disalurkan ke yang berhak menerimanya. Dan secara otomatis ini mengurangi pengemis, karena tidak ada yang mau memberi di jalan," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

Designer: FThemes.com | Converter: Blogger Themes & Blogger Templates
Flippa