BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA



Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Perusahaan. Tampilkan semua postingan

Misteri Cessna 172



Jatuhnya pesawat Cessna 172 milik PT Nusa Flying International School di Kawah Burung, Gunung Ciremai, Desa Cikaracak, Kec. Argapura, Kab. Majalengka, masih menyimpan misteri.

"Sampai saat ini kami tak habis pikir, kok bisa pesawat jatuh di daerah Majalengka. Padahal berdasarkan hasil kajian ilmiah, sangat kecil kemungkinannya pesawat jatuh di daerah Kawah Burung," ungkap Kepala Tim Search and Rescue (SAR) evakuasi mayat, Yopi Haryadi, Rabu (30/11).

Dijelaskan Yopi, Tim SAR menjalankan tugas dengan berpatokan pada titik koordinat dan Emergency Locator Transmitter (ELT). Saat melakukan pelacakan, Tim SAR dan tim lainnya menemukan koordinat itu di Desa Cihawanjar, Lembang, Kab. Bandung Barat. "Titik koordinatnya 064607 South dan 1073343 East. Sehingga tim lebih berfokus melakukan pencarian di daerah tersebut," katanya.

Pencarian bahkan diperkuat dengan ditemukannya benda putih di lokasi tersebut, sehingga mereka melakukan pencarian lebih mendalam dengan mempergunakan jalur darat dan udara.

"Kalau mau jujur, secara ilmiah, penemuan pesawat di Majalengka itu enggak masuk logika ilmu penerbangan. Tetapi faktanya memang di sini dan inilah yang sedang kami analisis kembali. Jadi analisis tim sebelumnya meleset," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sugiri Sukani, Kabupaten Majalengka, Mayor Psk. Is Budiarto. Ia mengatakan, pihaknya sependapat dengan analisis Tim Basarnas. Tujuan dari semua ini adalah mempermudah proses pencarian.

"Kalau melihat rute penerbangan dari Lanud Halim Perdana Kusumah Jakarta menuju Bandara Penggung Cirebon, rasanya tidak mungkin pesawat jatuh di lokasi saat ini," kata Danlanud saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (30/11).

Biasanya, ketika pesawat hilang kontak maka ia akan fokus pada titik awal koordinat terakhir dan pencarian dilakukan tidak jauh dari radius itu. Alasannya tentu untuk mempermudah proses pencarian dan tidak menghabiskan waktu mencari di tempat lain selain di Majalengka.

Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati mengatakan, analisis jatuhnya pesawat sampai saat ini belum dilakukan dan masih menunggu tim. Sedangkan evakuasi pesawat masih menunggu kabar dari pemiliknya. "Kalau kajian mengenai jatuhnya pesawat belum ada, termasuk kapan pesawat dievakuasi karena belum ada informasi dari pihak sekolah penerbangnya," katanya.


(Gala Media)


SUPPORT BY







 

Penerbangan di Juanda Terancam Kawanan Burung

Gangguan burung semakin memusingkan pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya. Segala cara telah dicoba untuk mengusir burung-burung di sana. Mulai dari cara menembaki, hingga mengusirnya dengan suara predator buatan. Tetapi burung-burung itu tetap mengusik.

Gangguan burung pada pesawat (bird strike) sudah menjadi keprihatinan bagi banyak bandara di dunia. Serangan burung ini bisa mengakibatkan kerusakan pesawat yang tentunya membahayakan penerbangan itu sendiri. Pendaratan darurat pesawat di Sungai Hudson, New York Januari 2011 yang fenomenal itu juga akibat serangan burung.

Serangan burung ini merupakan satu dari sekian gangguan (hazard) penerbangan di Juanda. Gangguan lain adalah frekuensi radio ilegal, runway incursion (posisi yang tidak tepat di lokasi runway), green laser, dan layang-layang.

Menurut Kepala bagian Manajemen Keselamatan Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I, Ponco Priyono, sebagian besar gangguan burung baru diketahui ketika pesawat sudah parkir di apron. Demikian pula dengan kapan serangan terjadi, waktu lepas landas atau mendarat.

"Mungkin karena pilot sedang dalam konsentrasi tinggi sehingga kurang memperhatikan hal itu. Tanda-tandanya ada bau seperti benda terbakar atau kalau tidak pilot juga merasakan ada grek grek pada mesin," kata Ponco, Selasa (29/11/2011) kemarin.

Ponco tidak bisa menyebutkan angka pasti bird strike yang dialami pesawat yang lalu lalang di Juanda. Namun ia menegaskan, jumlah burung yang hilir mudik di sekitar bandara itu sudah demikian mengkhawatirkan. "Pagi sekitar pukul 07.00 WIB burung burung itu mulai berangkat dari sisi Selatan menuju Utara, sore sekitar pukul 17.00 WIB baru balik lagi," kata Ponco menjelaskan pola hilir mudik.

Aktivitas burung yang tinggi sangat berkaitan dengan lokasi Bandara Juanda yang berdekatan dengan bentangan pantai timur Surabaya (Pamurbaya) yang memang menjadi rumah atau persinggahan ratusan spesies burung. Termasuk di dalamnya burung migran yang selalu berpindah dalam kurun waktu tertentu.

Ia menjelaskan aktivitas harian burung yang terbang berkelompok di sekitar bandara itu tentu saja merepotkan para pilot yang hendak take off maupun landing. Sehingga, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan burung-burung itu.

Ponco mengakui, banyak hewan hewan kecil di sekitar kawasan bandara ini yang memicu kedatangan burung. "Bukan hanya kecebong (anak katak), tapi ulat yang ada di rumput rumput itu juga mengundang burung karena menjadi makanan burung," ujarnya.

Untuk menjaga agar burung burung itu tidak datang mencari makanan di rumput, petugas terus-menerus menjaga ketinggian dari rumput. Misalnya dengan pemangkasan rumput. "Ketinggian rumput ini harus selalu terjaga, antara 20–30 centimeter tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu pendek," imbuhnya.

"Bahkan kami pernah terpikir akan mencoba dengan cara memakai pawang burung untuk mengendalikan keberadaan burung tersebut, tapi apakah bisa," paparnya.

Menurutnya, kalau ada pawang burung pihaknya mau mencoba untuk mengendalikan burung burung yang lalu lalang di bandara. "Kalau ada pawang burung bisa dicoba mungkin lebih efektif untuk mengusir dan mengendalikan pergerakan burung burung itu," lanjutnya.


(Kompas)
SUPPORT BY









PT GMF AeroAsia Raih The Best International Marketing

PT GMF AeroAsia terpilih sebagai perusahaan yang mendapat Marketing Award 2011 untuk The Best Market Driving dan The Best International Marketing. Anugerah prestisius di dunia marketing Indonesia ini diberikan kepada perusahaan terbaik yang dinilai memiliki terobosan untuk mengenalkan produk dan layanan yang dihasilkan.

Pada ajang Marketing Award 2011 yang diselenggarakan Majalah Marketing dan Komunitas Marketing ini, GMF AeroAsia berhasil meraih dua dari enam kategori, yakni Market Driving, Innovation in Marketing, Marketing Campaign, Experiential Marketing, Social Marketing, dan International Marketing.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas terobosan pemasaran oleh GMF, baik di pasar nasional maupun global, kata Richard Budihadianto selaku Direktur Utama PT GMF AeroAsia, Rabu (30/11/2011) di Jakarta.

Anugerah ini diberikan ke perusahaan yang lolos seleksi dari seluruh perusahaan di Indonesia yang dinilai dan mampu menawarkan terobosan baru dalam pemasaran. GMF AeroAsia mendapat dua anugerah ini setelah lolos melalui tiga tahap seleksi.

Menurut Richard, penghargaan dari komunitas marketing nasional ini merupakan langkah maju bagi GMF AeroAsia yang menerjuni perawatan pesawat. Selama ini, bisnis perawatan pesawat belum terlalu dikenal di komunitas pemasaran Indonesia.

"Selain perusahaan yang terjun di bisnis ini di Indonesia tergolong sedikit, komunitas marketing nasional juga belum familiar dengan bisnis perawatan pesawat. Bahkan GMF AeroAsia sering kali dikaitkan dengan nama Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan dan airline," kata Richard.

Dalam penilaian di ajang Marketing Award 2011 ini, GMF AeroAsia menerapkan strategi utama marketing yang terdiri dari market penetration di area domestik, market development ke luar negeri, dan franchise & foreign direct investment (FDI) di luar negeri.

"Untuk masuk ke pasar global, kita harus menjadi tuan rumah di pasar domestik," ujarnya.

Hingga saat ini, GMF AeroAsia masih tercatat sebagai pemimpin pasar perawatan pesawat nasional dengan penguasaan pasar nasional perawatan pesawat di atas lima puluh persen.

Sedangkan untuk menembus pasar internasional, GMF AeroAsia telah memiliki sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, FAA, dan otoritas penerbangan sipil Eropa, EASA, yang sering kali dijadikan barometer perawatan pesawat.

Produk dan layanan yang dihasilkan oleh GMF AeroAsia telah menembus ke lebih dari 45 negara di lima benua dengan beragam perawatan untuk berbagai jenis pesawat.

Bahkan untuk perawatan pesawat B747 dan engine Roll Royce 183 Spey 555, GMF AeroAsia telah menjadi pemain dominan di tingkat pasar global, yang ditandai dengan global market share yang cukup signifikan.

Tingkat penerimaan pasar internasioanl terhadap GMF AeroAsia dapat dilihat dari keberhasilan GMF AeroAsia mendapatkan sejumlah kontrak kerja dengan beberapa maskapai asing, seperti di ajang Dubai Airshow 2011 pada pertengahan November 2011.

Dalam pameran skala global ini, GMF AeroAsia mendapat kepercayaan dari sejumlah maskapai asing yang berbasis di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa untuk menangani perawatan pesawat mereka.

"Untuk kontrak kerja sama perawatan di Dubai Airshow 2011 dengan jangka waktu antara 3 sampai 5 tahun, GMF menandatangani kontrak dengan potensi revenue sekitar 128 juta dollar AS," katanya.

(Kompas)

SUPPORT BY







Designer: FThemes.com | Converter: Blogger Themes & Blogger Templates
Flippa